Kecintaan dan Kesetiaan Salahudin kepada tanah kelahiran

medium_722f61de0431a6689559964bba37b22dNamanya adalah Salahudin, pelatih bertangan dingin kelahiran Palembang, Sumatera Selatan. Ia lahir pada 30 Januari 1970. Ia adalah Legenda hidup Barito Putera. Ia tercatat bermain sebagai pemain Barito sejak tahun 1988 sampai 1995, lalu ia menjadi pelatih tahun 2007 saat Barito berada di divisi II (Sekarang turnamen dibawah Liga III) sampai kurang lebih 2015. Ia sudah menganggap Barito sebagai rumah keduanya.

Oke, singkat cerita. Saya pribadi mendapat info dari seorang narasumber bernama Kevin Satria Arjuna, asal Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Kebetulan, ia teman dekat saya walau hanya dari sosial media, kami sama sama Fans Sriwijaya FC dan juga sama sama menjadi Admin di sebuah akun Sriwijaya FC.

Ia menceritakan sebuah cerita tentang Salahudin yang mempunyai tekad untuk melatih klub tanah kelahiranya, Sriwijaya FC. Ternyata, Salahudin pernah ditawari menjadi pelatih Sriwijaya FC, pada saat itu kursi manajer Sriwijaya FC ditempati oleh Robert Heri. Namun, karena Barito yang ingin mempertahankanya, ia lebih memilih bertahan di Barito walau berat hati menolak Sriwijaya FC.

Alasan dia menolak pun cukup kuat, ia sudah menganggap Manajemen Barito sebagai orangtua nya, ia merasa tanpa Barito ia tidak bisa seperti sekarang ini. Apalagi, ia pernah diberangkatkan ke Spanyol untuk menimba Ilmu.

Kini, ia sedang melatih salah satu kontestan Liga II, Madura FC. Klub yang sebelumnya bernama Sumsel United FC, pernah juga mempunyai nama Persebo Musi Raya dan klub ini awalnya bernama Persebo Bondewoso.

Seperti yang saya bilang, ia adalah pelatih bertangan dingin. Terbukti, Madura FC sekarang bertengger di puncak klasmen grup 7 Liga II dengan statistik 2 menang, 2 seri dan 1 kalah.

Salahudin hingga saat ini masih mempunyai keinginan untuk melatih Sriwijaya FC, klub tanah kelahiranya. Seperti yang ia bilang dalam Chat Pribadi, “Insya Allah kedepanya Sriwijaya FC rezeki saya, saya ingin membesarkan klub kebanggan Wong Kito ini, semoga bisa berjodoh” Ujarnya singkat.

Penutup, Sriwijaya FC sudah mencoba pelatih segudang pengalaman [Benny Dolo], pelatih muda [Widodo CP], dan pelatih asing [Osvaldo Lessa] namun hasilnya belum memuaskan. Kini, saatnya mempercayakan itu semua kepada pelatih asli Palembang. Saya berharap, coretan saya ini bisa didengar oleh Manajemen Sriwijaya FC, Yth. Bapak Nasrun Umar, Bapak Presiden SFC, Yth. Bapak Dodi Reza Alex Noerdin, dll.

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s